Rasa
.... kata pertama yang hendak aku tulis untuk menjadi bodoh disini.
namun, beberapa waktu kemudian kehadirannya yang tengah mengajakku makan mengalihkan semua rasa yang ingin aku tuangkan. Aku sangat bersyukur akan itu. Jika tidak, aku akan menuliskan semua kalimat menjijikkan disini. Ya bahkan aku sangat sebal akan rasa itu. Aku seperti bukan diriku yang selama ini ku kenal. Aku menjadi begitu bodoh dan tak punya energi. aku benci diriku yang seperti itu. tapi berkat itu, aku belajar banyak. banyak juga yang sudah aku hapus di ingatanku. Lagi lagi aku harus bersyukur karena kebodohanku berlangsung sementara dan tak lama.
Semesta seperti memberiku tali untuk naik ke permukaan yang semula terjatuh ke dasar jurang. Tak percaya hanya dengan sebuah ajakan makan, diri ini menjadi tenang. Kehadiran yang awalnya aku abaikan seperti mencairkan asa yang telah beku, tak berbentuk dan mungkin nyaris mati. Aku bahkan naik 5 kilo pasca itu wkwk. Masih ada yang mengganjal sebenarnya, namun itu bukanlah ruang berbunga, melainkan merahku yang masih menyala. Dia hanya mengecil bukan padam.