Jam tidur selama sebulan kemaren buat aku sadar bahwa aku terlalu rajin untuk tidur tepat waktu. Apa karena disana dingin dan seharian pasti ada kegiatan makanya aku slalu tidur tepat waktu?Sepertinya bukan. Mungkin karena aku masih punya cukup otak, hati, dan manner. Aku ga berniat insom malam ini tapi ntah mengapa efek tidur siang yang kelewat sore jadi aku masih bisa melek malam ini. atau aku jujur aja, lagi banyak pikiran. Tentang dia yang akan menjadi masa depanku, tentang skripsi, dan kerjaan.
Aku sering sih overthinking gini tapi sangat jarang aku tulis, biasanya diem-diem dikamar lalu nangis. Aku emang tipe emosional banget. Susah kalo ga nangis. Belum lega kalo belum nangis.
Perasaanku kali ini lebih tentang doi. Campur aduk seperti biasa. Aku gelisah dan takut tanpa alasan. Mungkin ini seperti rindu yang tak tersampaikan. Ia mengikat hingga aku tak bisa bernafas. Setelah kkn ini aku merasa dia berbeda. Dari caranya melarangku ketika melihat hpnya. Dari caranya jalan-jalan bersamaku. Seperti menghindar tapi masih pura-pura untuk peduli. Mungkin itu hanya perasaanku. Semoga. aku masih ingat ketika pertengahan kkn kita hampir putus dan dia langsung bilang No. It feels like i fall on my bed. So comfort and i don't wanna change it. Tentang kata-katanya yang menyebutkan aku adalah masa depannya. Aku tersentuh oleh kata yang jarang dia ucapkan. Kalo diiingat lagi kala itu aku sangat bahagia. Hingga aku yakin dia sangat serius. Tentu saja aku menangis. Lebih bahagia lagi ketika lagi rindunya, dia datang membuat kita bertemu. Ya sendirian. Dia seberani itu. Aku bangga hingga kuceritakan ke teman-temanku. Dan ingin sekali kukatakan pada dunia jangan cepat gelap hey langit, aku sedang bersama seseorang yang mencerahkan hatiku. Waktu itu terasa begitu cepat sekali. Pulangnya aku kembali menangis mengantarnya sampai depan gerbang desa. Jalan menuju posko sebagai saksi bahwa aku pernah sangat merindukannya lagi. Aku kira ketika kita bertemu, rindu itu akan hilang. ternyata berbeda ketika itu kamu, rindunya menjadi semakin terang. Sangat terang hingga aku buta, kamu telah pergi lagi. Aku kangen kamu sekarang jer. Kamu mengabaikanku dari kemarin, dan kmu tidak merasa bersalah sedikitpun. Aku tau kamu capek, tapi setidaknya kabari aku, aku juga butuh perhatianmu. Aku tidak ingin diperhatikan oleh orang lain. Aku hanya mau kamu. Kamu sangat jarang memujiku sekarang, kamu terasa berbeda ketika ku peluk.Yang ingin aku tanyakan, Kamu kenapa? Apakah ada yang mengusikmu? mengusik nyamanmu ketika bersamaku. Aku rindu kita telepon berjam-jam tengah malam, nyatanya memang larut malam tidak dapat melarutkan rinduku padamu. Kini, perasaanku sangat yakin untukmu, tolong jangan pergi atau memberi tanda bahwa kamu sudah ingin pamit. Aku tak akan mengijinkannya aku tak rela.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar